TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR
Teknik menyusui yang tepat membantu bayi menyusu secara efektif dan menjaga kenyamanan ibu selama proses menyusui.
Persiapan Sebelum Menyusui
Sebelum mulai menyusui, ibu dianjurkan untuk mencuci tangan menggunakan air bersih guna mencegah perpindahan kuman atau bakteri ke tubuh bayi.
Setelah itu, ibu dapat memerah sedikit ASI dan mengoleskannya pada puting serta area areola. Langkah ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah iritasi selama proses menyusui.
Posisi Menyusui dengan Duduk
Menyusui sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk yang nyaman dan rileks. Ibu dapat duduk di kursi dengan punggung tersandar dan kaki menapak dengan baik di lantai. Bayi ditopang menggunakan bantal atau selimut agar posisinya stabil di pangkuan ibu.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam posisi menyusui:
- Bayi dipegang dengan satu lengan, di mana kepala bayi berada pada lekukan siku ibu dan bokong bayi ditahan oleh telapak tangan.
- Salah satu tangan bayi berada di belakang tubuh ibu, sementara tangan lainnya berada di depan tubuh bayi.
- Payudara ibu dipegang menggunakan teknik C-hold pada bagian belakang areola, tanpa menekan puting secara langsung.
- Kepala bayi diarahkan menghadap payudara dengan posisi perut bayi menempel pada tubuh ibu.
- Posisi telinga, bahu, dan lengan bayi berada pada satu garis lurus.
- Selama menyusui, ibu dianjurkan memandang bayi dengan penuh kasih sayang untuk memperkuat ikatan emosional.
Stimulasi Refleks Menghisap Bayi
Untuk merangsang bayi agar membuka mulut, ibu dapat menyentuhkan puting susu ke pipi atau sudut mulut bayi. Saat bayi membuka mulut lebar, dekatkan kepala bayi ke payudara sehingga puting dan sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi.
Cara Melepaskan Isapan Bayi
Setelah bayi selesai menyusu, ibu dianjurkan untuk tidak menarik payudara secara langsung. Ibu dapat memasukkan jari kelingking ke sudut mulut bayi atau menekan dagu bayi secara perlahan untuk melepaskan isapan. Menyusui selanjutnya dapat dimulai pada payudara yang belum kosong. Setelah itu, ibu dapat kembali mengoleskan sedikit ASI pada puting dan areola untuk menjaga kesehatan kulit payudara.
Menyendawakan Bayi
Setelah menyusui, bayi perlu disendawakan agar udara yang tertelan saat menyusu dapat keluar dan mencegah gumoh. Bayi dapat digendong dalam posisi tegak di bahu ibu sambil punggungnya ditepuk perlahan, atau diletakkan tengkurap di atas pangkuan ibu sambil punggungnya diusap dengan lembut.
Tanda Bayi Menyusu dengan Teknik yang Benar
Ibu dapat menilai apakah teknik menyusui sudah tepat dengan memperhatikan beberapa tanda berikut:
- Bayi tampak tenang dan tidak rewel selama menyusu.
- Tubuh bayi menempel dengan tubuh ibu.
- Mulut bayi terbuka lebar saat melekat pada payudara.
- Dagu bayi menyentuh payudara ibu.
- Sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi, bukan hanya puting.
- Bayi menyusu secara menyeluruh, bukan hanya mengisap puting.
- Hisapan bayi kuat, teratur, dan berirama.
- Ibu tidak merasakan nyeri pada puting selama maupun setelah menyusui.
- Posisi telinga, bahu, dan lengan bayi berada pada satu garis lurus.
- Kepala bayi lurus dan tidak menengadah saat menyusu.
© Dekap Kasih.
